Idulfitri Jadi Momentum Rekatkan Politik, Munafri Arifuddin Sambangi Moh Ramdhan Pomanto

Idulfitri Jadi Momentum Rekatkan Politik, Munafri Arifuddin Sambangi Moh Ramdhan Pomanto

MATA SULSEL, MAKASSAR – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas kepemimpinan di Kota Makassar.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Munafri melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, di Jalan Amrullah, Kecamatan Mamajang, Sabtu (21/3/2026) malam.

Rombongan tiba sekitar pukul 19.30 WITA dan disambut langsung oleh Danny Pomanto—sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto—bersama sang istri, Indira Jusuf Ismail. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban khas Idulfitri.

“Terima kasih banyak pak Wali bersama Ibu, atas kunjungan silaturahmi,” ucap Danny menyambut kedatangan Munafri dan Melinda.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam hingga sekitar pukul 20.14 WITA tersebut diwarnai obrolan santai dan canda tawa, mencerminkan hubungan yang cair antara kedua tokoh politik Sulawesi Selatan itu.

Momen ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat keduanya pernah berhadapan sebagai rival dalam kontestasi Pilwali Makassar 2020. Namun, dalam suasana Idulfitri, keduanya justru menunjukkan kedewasaan politik dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kolaborasi.

Munafri dan Danny sepakat bahwa kepentingan utama yang harus dikedepankan adalah kemajuan Kota Makassar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi lintas kepemimpinan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah.

Kedepan saling mendukung program, saling mensupport pembangunan,” kata Danny.

Bagi Pemerintah Kota Makassar, kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif antar pemimpin, baik yang sedang menjabat maupun yang pernah memimpin.

Munafri pun menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan dalam pertemuan tersebut.

Kami juga sampaikan terima kasih atas sambutan hangat,” singkatnya.

Pertemuan ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan politik di masa lalu tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam membangun kota. Idulfitri pun dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi, mempererat hubungan, serta memperkuat komitmen bersama demi kemajuan Makassar ke depan. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *